Pages

Tuesday, July 26, 2011

The Mr. Finance Minister's Formula

Andrie Wongso's magazine 'Luar Biasa' is indeed amazing. It can't let you not to finish reading the whole writings. Every single page is designed to motivate its readers.

In its July edition, I found a very interesting article on an Indonesian figure who successfully built a new culture in working for his previous company. He is Agus Martowardojo, the finance minister of Indonesia. He created a behavior formula 'FIVE MUST' applied in Bank Mandiri when he become the general director. Here they are : 
  1. One information a day : in order to reach the progress expected as fast as it can, each employee must share at least one information for every single day.
  2. Two minutes before scheduled time : a report must be done two minutes before the deadline,  everyone must have come two minutes before the meeting begins.
  3. Three better every month : better, cheaper, faster : every month it must be better, cheaper and faster.
  4. Four alliances (minimum) a week : it's a must to get a long with, minimum, four relations in a week.
  5. Five new clients (minimum) a week : it's a must to get , minimum, five new clients in a week.
It may be applicable in the way you work or in the place where you work. At least it can inspire you.


Dithe

Monday, July 25, 2011

Loving Somebody

It's been years the empty heart has nothing to fill
It's blocked by the owner for certain reasons

Now I know how it feels to wait for somebody's respond
Now I know how a hope to be loved rises
Now I know why people are blind of love

It's all because I fall in love with somebody
Yes I do truly love somebody for the very first time which drives me crazy


Ps :
Though I know I might get rejection for this love, but
I really do enjoy the process of loving somebody.











Dithe

Friday, July 22, 2011

bule BULE bule (episode 2)

Ak ik uk ek ok adalah kata-kata yang masih dikeluarkan dari mulut saya bilamana berbicara bahasa Inggris ketika masih duduk di bangku kuliah, padahal saat itu saya tercatat sebagai seorang mahasiswa Sastra Inggris di sebuah perguruan tinggi swasta di Jogja. It’s so ironic. Dengan rasa keprihatinan inilah saya mencari cara untuk menuntaskan kebodohan saya dalam keahlian speaking ini. Untuk melanjutkan hobby aneh saya terdahulu itu, hunting bule, saya sudah menutup muka saya. Saya tahu diri kok, tetapi hasrat untuk ‘punya teman bule’ masih lekat di jiwa ini. Puff.

Di awali dengan tawaran teman saya, si Oyo yang bekerja di Via Via, sebuah travel agent dan restoran yang mostly tamunya bule, untuk menjadi seorang motor driver a.k.a kacung untuk mengantarkan si the most sexiest God’s creature ini dari kawasan Prawirotaman, Jogja, ke candi Borobudur dengan sepeda motor, saya akhirnya dapat memulai pergaulan saya dengan para bule. Selanjutnya, ketika mendapatkan tawaran dari Via Via untuk memberikan kesempatan satu bule dari Belgia agar bisa mencicipi tinggal di rumah saya dan menguntit saya, yang notabene adalah seorang student,  beraktivitas selama 24 jam, ekspresi saya adalah girang gembira. The bule’s name is Bram and I just got my first bule friend. Walaupun kami tidak begitu kenal dekat, sampai sekarang kami masih saling besurat elektronik dengan dia, sekadar menanyakan kabar masing-masing. Mungkin bisa dimaklumin lah karena  I made a good impression of Indonesian on his first visit to Asia. Beberapa kali melakukan trips, yang mengasyikan, semacam ini, akhirnya saya bergabung sebagai freelance guide di bawah Via Via Jogja. It’s so wonderful job bringing tourist to cool places such as Borobudur and Prambanan temples through alternatif small road with beatiful view of padi field and Selokan river. Masih kebayang juga bagaimana si bule bule bertambah bobotnya yang disebabkan ke ‘parno’annya membonceng motor.

Seiring dengan visi menambah pertemanan secara glogal, Tony, anak di kampus saya dulu, menceritakan sak umplik tentang sebuah website yang dapat mempertemukan orang lokal, seperti saya ini, dengan traveler yang sedang berada di Indonesia. Dan melalui website ini kita bisa menampung pelancong, yang rata rata backpaker, untuk stay di rumah kita. Websitenya adalah www.couchsurfing.com. Dari situs inilah saya bertemu bule-bule yang kebanyakan dari negeri Eropa, hingga akhirnya meberikan saya impian untuk bisa tinggal atau sekedar mengunjungi Eropa di kelak hari. Melalui komunitas local dari website inilah saya berjumpa dengan bule-bule yang tinggal di Jogja, entah sedang bekerja, sedang belajar atau sedang travelling dalam waktu yang cukup lama. Dari cukup banyak bule yang saya temui, beberapa hanya sekadar pernah bertemu saja, tetapi ada juga yang benar benar menjadi teman pada akhirnya.
Berinteraksi dengan orang dari berbagai negara dan juga berteman dengannya merupakan sebuah pengalaman hidup yang menyenangkan, tapi satu pelajaran yang saya dapat adalah berteman dengan sedarah bumi pertiwi adalah pertemanan yang terbaik bagi saya.

Mengingat kisah hidup saya ini membuat saya nyengar nyengir sendiri, bagaimana saya dulu sangat gethol sekali mengagung agungkan bule. Padahal sekarang kalo bertemu mereka.... boro boro kepikiran untuk photo bareng... untuk ngajak ngomong saja sudah malaysia ha ha ha .... cukup dilihat sajalah.

Anyway... impian saya waktu SLTP sebentar lagi terwujud lho, Saya bakalan ke USA untuk bersekolah lagi.. saya dapat beasiswa non-degree selama kurang lebih satu tahun. Bakalan hidup dengan bule-bule ini ha ha ha.